Buntut Penyerangan dan Pembacokan, Warga Desak Kapolres Langkat Tangkap Ketua PKN Tanjungpura

topmetro.news, Langkat – Buntut penyerangan dan pembacokan warga yang dilakukan puluhan anggota ormas PKN Tanjungpura, masyarakat Tanjungpura khususnya warga Desa Pematang Tengah, mendesak Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo untuk menangkap PS.

Sebab, kata warga, PS ini merupakan Ketua PKN Tanjungpura yang memimpin anggotanya yang semuanya membawa senjata tajam (kelewang) melakukan penyerangan terhadap warga yang sedang duduk di Poskamling Gang Tani Kecamatan Tanjungpura, Selasa (16/12/2025) malam, sekira pukul 21.35 WIB kemarin.

Akibatnya, salah seorang warga bernama Wahyu (41) warga Dusun Harapan Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjungpura, mendapatkan 41 jahitan akibat arogansi premanisme ketua dan anggota ormas kepemudaan itu. Wahyu yang merupakan pedagang sayuran itu, mengalami luka bacokan di bagian tangan dan kepalanya.

“Jangan sampai warga juga terpancing menggunakan senjata tajam bersatu menyerang kelompok preman berseragam ormas itu. Warga sudah susah karena jadi korban dampak bencana banjir. Jadi, jangan ditakut-takuti oleh preman-preman berkedok ormas OKP itu. Apalagi kita masih menjaga kekondusifan situasi pascabanjir,” ujar tokoh masyarakat di desa itu yang enggan disebutkan namanya dalam pemberitaan.

Bahkan, katanya, saat peristiwa itu, warga Desa Pematang Tengah sangat ketakutan dan ada yang menjerit melihat aksi premanisme ketua dan anggota ormas PKN. Teriak ‘bunuh… bunuh’ diucapkan sembari mengejar warga yang ada di lokasi poskamling.

Warga mengaku, sudah sangat resah dengan sepak terjang ormas tersebut. Apalagi, peredaran sabu sudah semakin merajalela. Warga juga membenarkan jika PS itu dikenal merupakan salah satu bandar sabu di wilayah Tanjungpura.

Sementara itu, Kapolsek Tanjungpura Iptu Mimpin Ginting saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya telah menangkap dan menahan salah seorang pelaku berinisial D. Menurutnya, D ini lah yang melakukan pembacokan kepada korban.

“Kita sudah menahan pelaku pembacokan korban, yakni berinisial D, Bang,” ujar Kapolsek.

Namun, Iptu Mimpin Ginting tidak menjelaskan secara rinci mengapa yang diamankan hanya seorang. Sementara, semua pelaku yang melakukan penyerangan membawa senjata tajam, termasuk kendaraan ormas, dan PS selaku Ketua ormas PKN.

“Kita masih melakukan pengembangan Bang,” ujarnya singkat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, puluhan anggota ormas PKN dan ketuanya berinisial PS, melakukan penyerangan dan pembacokan terhadap warga yang saat itu berada di poskamling.

Warga yang juga saksi mata saat peristiwa penyerangan itu menceritakan, saat itu mereka sedang duduk-duduk di poskamling yang berada di Gang Tani.

Tiba-tiba, ada 2 orang pengendara sepeda motor berboncengan melintas di depan poskamling tersebut. Saat itu, salah seorang diantara pengendara tersebut, tiba-tiba melontarkan kalimat makian kotor kepada beberapa warga yang berada di poskamling.

“Mendengar makian kotor yang diucapkan kedua anggota ormas PKN itu, langsung dibalas oleh korban Wahyu,” jelas warga yang enggan disebutkan namanya itu dalam pemberitaan, melalui WhatsApp kepada topmetro.news, Selasa (16/12/2025) malam.

Namun, ternyata kedua anggota ormas tersebut diduga malah tidak terima dan seolah merasa tertantang. Apalagi, saat itu, salah seorang diantara pengendara motor dengan penuh emosi mengaku sebagai adik ketua ormas PKN, dan langsung menghubungi rekannya sesama anggota ormas PKN Tanjungpura.

Menurut warga, saat itu anggota ormas PKN yang mengendarai sepeda motor, lewat HP mengatakan kepada rekannya jika mereka mengaku dikeroyok oleh warga yang berada di poskamling Gang Tani.

Tidak berselang lama, puluhan anggota ormas PKN yang langsung dipimpin ketuanya berinisial PS, datang ke poskamling mengendarai mobil ormas dan sepeda motor, sambil membawa berbagai jenis senjata tajam, dan diduga membawa senjata api, langsung menyerang korban. Akibatnya, korban bernama Wahyu mengalami luka bacokan di bagian kedua tangan, dan kepalanya.

Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, saat dikonfirmasi topmetro.news, Jumat (19/12/2025), terkait penanganan kasus penyerangan dan pembacokan yang dilakukan ketua dan anggota ormas PKN Tanjungpura, hingga berita ini ditayangkan belum menjawab.

Apalagi, dari puluhan pelaku penyerangan, hanya seorang yang diamankan oleh Polsek Tanjungpura. Sementara PS dan anggotanya, masih dibiarkan bebas berkeliaran. Hal ini pun masih perlu klarifikasi dari Kapolres Langkat, selaku pucuk pimpinan Polri di Kabupaten Langkat.

reporter | Rudy Hartono

Related posts

Leave a Comment